Tugas 3 Perekonomian

Jalan Trans Kalimantan Poros Selatan akan Rampung 2014

 

Pembangunan jalan Trans Kalimantan sebagai bagian dari proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), saat ini hampir rampung pengerjaannya. Dari total keseluruhan jalan sepanjang 3.188,10 km untuk lintas selatan, sekitar 2.000 km lebih jalan merupakan bagian dari MP3EI. Rencananya proyek ini akan rampung secara keseluruhan pada tahun 2014 mendatang.

Kondisi jalan mulai dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah sudah hampir selesai. Pengaspalan dan penyediaan bahu jalan pun sudah dilakukan. Di samping itu, di wilayah Kalimantan Barat, sekitar 44,4 km menjelang perbatasan Kalimantan Tengah, sudah terdapat jalan tanah dan bisa dilalui oleh kendaraan umum. Hal serupa pun terjadi mulai dari perbatasan Kalimantan Barat sampai sepanjang 22 km memasuki kawasan Kalimantan Tengah. Artinya, secara keseluruhan ada sekitar 66,4 km jalan yang belum dilakukan pengaspalan. Akibatnya, karena ruas jalan ini sudah mulai dipakai sebagai jalur transportasi umum, puluhan kendaraan besar dan kecil terpaksa harus melintas di jalan tanah yang becek dan licin. Jika dibiarkan berlarut-larut tentunya hal ini dapat merusak kondisi jalan yang sebelumnya sudah mulai ditata dan dilakukan pengerjaannya.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VII, Kementerian Pekerjaan Umum, Subagio, menuturkan hingga saat ini proyek pengerjaannya masih berlangsung. Subagio menyebutkan bahwa separuh dari total jalan yang belum diaspal tersebut akan rampung dalam tahun ini, sementara sisanya akan diselesaikan pada tahun 2013 mendatang. “Jika tidak ada kendala dan hambatan biaya, kita pastikan pada tahun 2013 ruas jalan untuk poros selatan akan rampung seluruhnya,” tambahnya.

Walaupun demikian, Trans Kalimantan sebagai penghubung kota-kota di Kalimantan belum dapat berfungsi maksimal jika tidak didukung dengan pembangunan jembatan yang dapat menghubungkan wilayah yang terpisah oleh sungai-sungai besar yang ada, seperti Sungai Kapuas, Sungai Barito, dan Sungai Mahakam. Pasalnya meski dapat melaju mulus di wilayah darat, beberapa kota di sana masih harus dilalui dengan cara menyeberangi sungai yang ada dengan menggunakan jasa kapal feri. Para pengguna jalan terpaksa harus mengantre beberapa jam untuk menunggu giliran menaiki kapal feri.

Saat ini, jalan Trans Kalimantan lintas selatan yang melintasi Kalimantan Barat juga masih terputus oleh adanya sungai Kapuas yang lebarnya kira 1.143 m di wilayah Kecamatan Tayan. Sampai saat ini jalur transportasi di wilayah tersebut masih harus dilalui dengan menggunakan jasa feri. Terkait dengan itu, Subagio menyebutkan, “untuk menyempurnakan proyek pembangunan Trans Kalimantan, pihaknya akan membangun jembatan Tayan dengan panjang 1.420 m.”

Nantinya akan terdapat dua jembatan dengan panjang masing-masing 280 m dan 1.140 m. “Kedua jembatan tersebut nantinya akan melintasi pulau Tayan yang berada di tengah Sungai Kapuas,” ujarnya. Ia menambahkan, Jembatan Tayan akan menjadi jalur utama lintas selatan yang menghubungkan Kota Tayan dengan Paisak, Kabupaten Sanggau. Ia juga berharap, selain menjadi akses utama lintas selatan, jembatan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat provinsi Kalimantan Barat khususnya di pulau tersebut.

Secara umum, pembangunan jembatan ini akan meningkatkan fungsi lintas selatan Kalimantan secara optimal. Selain itu, jembatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan transportasi darat yang akan mendukung pengembangan wilayah, perkembangan ekonomi, sosial dan budaya. Selain pembangunan jembatan besar ini, nantinya juga akan dilakukan pembangunan serta perbaikan puluhan jembatan kecil yang berfungsi untuk menyeberangi sungai dan rawa. Rencananya pembangunan jembatan secara keseluruhan akan rampung pada tahun 2014.

Kendala

Namun dalam pengerjaannya, proyek ini menemui beberapa kendala. Salah satu kendala utamanya adalah tidak sesuainya pencairan dana dengan apa yang dianggarkan. Menurut Subagio, karena proyek pengerjaan jalan ini merupakan bagian dari proyek pengerjaan jalan nasional sepanjang tahun 2010-2014, pihaknya diberi anggaran Rp 21,5 triliun untuk mengerjakan 6.363 km jalan nasional ditambah 3.000 km jalan strategis nasional. “Tapi kenyataannya dari tiap tahun ke tahun anggaran yang diberikan tidak mencapai apa yang diplafonkan,” ujarnya. Ia menyebutkan, proyek tersebut dapat selesai sesuai waktu yang ditentukan jika alokasi dana dapat dipenuhi sesuai dengan apa yang telah ditentukan.

Kendala lainnya adalah penggunaan jalan yang tidak disesuaikan dengan beban jalan. Menurut Subagio, beban jalan didesain untuk menanggung beban 8 ton, sedangkan kenyataan di lapangan banyak truk pengangkut barang yang membawa muatan hingga puluhan ton dan tidak menggunakan ban ganda. “Otomatis beban muatan akan bertumpu pada satu ban itu. Kondisi ini dapat mengurangi umur jalan kita,” papar Subagio. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi dari instansi terkait seperti Kementerian Perindustrian dan Perdagangan serta Kementerian Perhubungan untuk mengatur muatan kendaraan.

Menurut  pendapat saya seharusnya di buatkan jalan alternatif yang layak dulu agar dalam pengerjaannya tidak terganggu dan juga dalam masalah pembiayaan jalan juga seharusnya pemerintah daerah juga di libatkan agar hasilnya lebih baik dan selesai tepat waktu selain itu juga masalah truk yang bermuatan yang berlebih di beri sangsi  yang tegas apabila ketau dengan ini saya memberi kesimpulan semua pihak baik pemerintah pusat maupun daerahnya harus solid jangan memberi kan birokrasi yang sulit bagi pemberong dan bagi pengguna jalan khususnya truk jangan mengangkut barang melebihi batas yang telah di tentukan agar jalannya tidak cepat rusak.

Sumber: http://pustaka.pu.go.id/new/artikel-detail.asp?id=327

By riyantobbs

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s