Tugas 3 Etika Profesi Akuntansi

Tema : Daur Ulang

Alasan memilih tema Daur Ulang: Menurut kami, tema ini dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk mengurangi tumpukan limbah yang berserakan disekitar.

Membuat Kerajinan Tangan Tempat Charger Handphone dari Limbah

Bahan-Bahan:

  1. Daun kelapa, daun pisang atau daun palm.
  2. Satu buah kardus bekas.
  3. Kulit jagung.
  4. Pewarna wantex.
  5. Kertas origami.

Alat:

  1. Gunting.
  2. Lem fox.
  3. Streples.

Cara membuat:

  • Membuat Anyaman dari daun kelapa
  1. Pisahkan daun kelapa dari tulang daun kelapa.
  2. Lalu daun kelapa yang sudah dipisahkan disusun lalu dianyam tindih menindih dan berseling-seling sehingga membentuk sebuah anyaman.
  • Membuat kotak
  1. Siapkan kardus bekas, lalu gunting atau potong kardus berbentuk kotak  dengan ukuran sisi yang sama untuk bagian depan, sisi kanan, dan sisi kiri.
  2. Lapiskan kardus yang sudah dipotong dengan kertas origami sesuai dengan warna yang di inginkan dengan menggunakan lem fox.
  • Membuat Lapisan dari kulit jagung
  1. Kemudian untuk lapisan selanjutnya menggunakan, kulit jagung.
  2. Siapkan kulit jagung, dan alat-alat lainnya.
  3. Lalu bentuk dan gunting kulit jagung berbentuk oval sebanyak 5 dan 6.
  4. Siapkan lidi dan kawat untuk mengkaitkan kulit jagung yang sudah berbentuk oval ke lidi tersebut.
  5. Kemudian rangkai kulit jagung berbentuk oval tersebut untuk membuat kelopak bunga sebanyak yang diinginkan.
  6. Setelah selesai kemudian rekatkan bunga yang sudah jadi ke bagian depan maupun samping kardus yang sudah dilapisi dengan anyaman.
  • Membuat Lapisan dari daun pandan
  1. Kemudian untuk lapisan selanjutnya menggunakan daun pandan.
  2. Siapkan daun pandan, dan alat-alat lainnya.
  3. Lalu bentuk dan gunting menjadi 2 bagian memanjang daun pandan sebanyak 4 buah.
  4. Siapkan streples untuk menyatukan ujung –ujung daun pandan menjadi berbentuk oval.
  5. Kemudian rangkai daun pandan berbentuk oval tersebut untuk membuat kelopak bunga sebanyak yang diinginkan.
  6. Setelah selesai kemudian rekatkan bunga yang sudah jadi ke bagian depan maupun samping kardus yang sudah dilapisi dengan anyaman.
By riyantobbs

TUGAS 2 : JURNAL PELANGGARAN ETIKA PROFESI AKUNTANSI

ANALISIS KRITIS PELANGGARAN KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK DI INDONESIA (Kasus PT. GREAT RIVER INTERNATIONAL Tbk)

NAMA KELOMPOK:

DIAN SETYANINGRUM

RIYANTO

SHELLA VIDA APRILIANTY

SUHARIANA HABIBAH

TALENTIA KRISTI

KELAS:

4EB13

PENDAHULUAN

Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya, termasuk jasa akuntan.Kepercayaan masyarakat terhadap kualitas akuntan publik akan menjadi lebih baik, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Etika Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang dikeluarkan oleh Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik di Indonesia.

SPAP adalah acuan yang ditetapkan menjadi ukuran mutu yang wajib dipatuhi oleh akuntan publik dalam pemberian jasanya. Kode Etik Ikatan Akuntansi Indonesia terdiri dari 3 bagian, yaitu: pertama Prinsip Etika di mana prinsip ini memberikan kerangka dasar bagi aturan etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh kongres dan berlaku bagi seluruh anggota. Kedua Aturan Etika, disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota himpunan yang Analisis Kritis Pelanggaran Kode Etik Profesi Akuntan Publik di Indonesia (Amrizal) 37 bersangkutan. Ketiga Interprestasi Aturan Etika, merupakan interprestasi yang dikeluarkan oleh badan yang dibentuk oleh himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.

Menurut Machfoedz (1997), seorang akuntan dikatakan profesional apabila memenuhi tiga syarat, yaitu berkeahlian, berpengetahuan dan berkarakter. Karakter menunjukkan kepribadianseorang profesional, yang diantaranya diwujudkan dalam sikap dan tindakan etisnya. Sikap dan tindakan etis akuntan akan sangat menentukan posisinya di masyarakat pemakai jasa profesionalnya.

Adams, et al dalam Ludigdo (2007) menyatakan, ada beberapa alasan mengapa kode etik perlu untuk dibuat antara lain:

  1. Kode etik merupakan suatu cara untuk memperbaiki iklim organisasional sehingga individu-individu dapat berlaku secara etis.
  2. Kontrol etis diperlukan karena sistem legal dan pasar tidak cukup mampu mengarahkan perilaku organisasi untuk mempertimbangkan dampak moral dalam setiap keputusan bisnisnya.
  3. Perusahaan memerlukan kode etik untuk menentukan status bisnis sebagai sebuah profesi, dimana kode etik merupakan salah satu penandanya.

Sejumlah kasus manipulasi laporan keuangan yang melanggar kode etik profesi akuntan selama 15 tahun terakhir yang dikompilasi dari berbagai sumber.Membaca uraian itu, terjadi pelanggaran etika profesi dan secara bersamaan telah melanggar etika bisnis. Ada lima prinsip etika bisnis menurut Keraf (1998), diantaranya adalah: prinsip otonomi, prinsip kejujuran, prinsip tidak berbuat jahat dan berbuat baik, prinsip keadilan, dan prinsip hormat pada diri sendiri.

Prinsip otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri. Bertindak secara otonom mengandaikan adanya kebebasan mengambil keputusan dan bertindak menurut keputusan itu. Otonomi juga mengandaikan adanya tanggung jawab. Dalam dunia bisnis, tanggung jawab seseorang meliputi tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, pemilik perusahaan, konsumen, pemerintah, dan masyarakat.

Prinsip kejujuran meliputi pemenuhan syarat-syarat perjanjian atau kontrak, mutu barang atau jasa yang ditawarkan, dan hubungan kerja dalam perusahaan. Prinsip ini paling problematik karena masih banyak pelaku bisnis melakukan penipuan.

Prinsip tidak berbuat jahat dan berbuat baik mengarahkan agar kita secara aktif dan maksimal berbuat baik atau menguntungkan orang lain, dan apabila hal itu tidak bisa dilakukan, kita minimal tidak melakukan sesuatu yang merugikan orang lain atau mitra bisnis.

Prinsip keadilan menuntut agar kita memberikan apa yang menjadi hak seseorang di mana prestasi dibalas dengan kontra prestasi yang sama nilainya. Sementara prinsip hormat pada diri sendiri mengarahkan agar kita memperlakukan seseorang sebagaimana kita ingin diperlakukan dan tidak akan memperlakukan orang lain sebagaimana kita tidak ingin diperlakukan.

Dengan demikian, pelanggaran terhadap kode etik profesi oleh KAP akan menyebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap profesi akuntan publik. Padahal hasil audit dari Akuntan publik merupakan referensi yang sangat berharga bagi para para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam mengambil keputusan ekonomi. UU. No. 5/2011 tentang Akuntan Publik menyatakan bahwa jasa akuntan publik merupakan jasa yang digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi dan berpengaruh secara luas dalam era globalisasi yang memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian nasional yang sehat dan efisien serta meningkatkan transparansi dan mutu informasi dalam bidang keuangan.

Terjadinya kasus-kasus penyimpangan kode etik tersebut menunjukkan bahwa menegakkan kode etik akuntan publik tidaklah mudah. Arens dan Loebbecke (2000) menyatakan, persoalannya terletak pada dilema etis adalah situasi yang dihadapi seseorang sehingga keputusan mengenai perilaku yang layak harus dibuat.

Profesi akuntan publik sering dihadapkan pada dilema etis dari setiap jasa yang ditawarkan. Situasi konflik dapat terjadi ketika seorang akuntan publik harus membuat profesional judgement dengan mempertimbangkan sudut pandang moral. Situasi konflik atau dilema etis merupakan tantangan bagi profesi akuntan publik. Untuk itu mutlak diperlukan kesadaran etis yang tinggi, yang menunjang sikap dan perilaku etis akuntan publik dalam menghadapi situasi konflik tersebut. Terdapat banyak faktor (baik faktor eksternal maupun internal) yang mempengaruhi sikap dan perilaku etis Akuntan Publik.

Di samping masalah mikro-individual itu, profesi akuntan juga dihadapkan pada masalah paradigma audit yang antara lain :

  1. Setiap negara masih mempunyai prinsip dan standar akuntansi dan standar audit sendiri-sendiri, yang terkadang berbeda dengan negara lainnya.
  2. Profesi akutansi di dunia belum sepenuhnya serius dalam mengembangkan standar perilaku etis profesi akuntansi.

Dengan demikian, perbedaan sistem dan prinsip akutansi serta audit sangat menyulitkan perusahaan-perusahaan multinational. Perusahaan yang telah beroperasi melampaui batas-batas wilayah negaranya untuk menyusun laporan keuangan gabungan atau Analisis Kritis Pelanggaran Kode Etik Profesi Akuntan Publik di Indonesia (Amrizal) 39 keuangan konsolidasi sebagai satu kesatuan entitas. Jika suatu entitas perusahaan ingin go public di suatu negara, maka setiap pengatur (regulator) di negara tersebut mengharuskan perusahaan untuk menyusun laporan keuangan berdasarkan prinsip akutansi yang berlaku di negara pengatur tersebut.

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Etika

Etika berasal dari dari kata Yunani ‘Ethos’ (jamak – ta etha), berarti adat istiadat Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yg baik, aturan hidup yg baik dan segala kebiasaan yg dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yg lain.

Di dalam akuntansi juga memiliki etika yang harus di patuhi oleh setiap anggotanya. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja di lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya.

Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Untuk mencapai tujuan terse but terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi:

  • Profesionalisme, Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa
  • Akuntan ,sebagai profesional di bidang akuntansi.
  • Kualitas Jasa, Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi.
  • Kepercayaan, Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan.

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian:

  1. Prinsip Etika,
  2. Aturan Etika, dan
  3. Interpretasi Aturan Etika.

Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota, sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan. Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya. Prinsip Etika Profesi Akuntan :

  1. Prinsip Pertama – Tanggung Jawab Profesi

Dalam melaksanakan tanggung-jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.

  1. Prinsip Kedua – Kepentingan Publik

Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.

  1. Prinsip Ketiga – Integritas

Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.

  1. Prinsip Keempat – Obyektivitas

Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.

  1. Prinsip Kelima – Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh matifaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik.

  1. Prinsip Keenam – Kerahasiaan

Setiap anggota harus, menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya

  1. Prinsip Ketujuh – Perilaku Profesional

Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi

  1. Prinsip Kedelapan – Standar Teknis

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penelitian ini pertama menganalisis bentuk–bentuk pelanggran yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik. Kedua mengkaji dampak pelanggaran kode etik tersebut dan ketiga aspek pelanggran dan jumlah Kantor Akuntan Publik (KAP) yang melakukan pelangaran.

METODE

Metode penelitian yang dilakukan yaitu studi literatur. Data dikumpulkan dari beberapa sumber yang mengangkat kasus pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh KAP, seperti majalah, koran, jurnal, dan sumber sekunder lainnya. Selain itu, data juga dikumpulkan dari kementerian Keuangan RI dan lembaga profesi seperti Ikatan Akuntan Indonesia.

Teknik analisis menggunakan kerangka “analisis kritis”. Yang dimaksud dengan analitis-kritis adalah metode dengan mengkaji fenomena yang terjadi disertai dengan argumentasi teoritik. Dalam kerangka itu, pendekatan penulisan artikel ini menggunakan pendekatan keterpaduan (integrality). Pendekatan keterpaduan menekankan pada pentingnya keterkaitan (linkages) teoritik dengan fakta dan fenomena sebagai basis analisis. Pendekatan keterpaduan ini juga merupakan sudut pandang (perspektif) penulis atas persoalan inti yang dibahas dalam artikel ini.

PEMBAHASAN

BAPEPAM menemukan adanya indikasi konspirasi dalam penyajian laporan keuangan pada Great River. Tidak menutup kemungkinan, Akuntan Publik yang menyajikan laporan keuangan Great River itu ikut menjadi tersangka. Menteri Keuangan (Menkeu) RI terhitung sejak tanggal 28 Nopember 2006 telah membekukan izin Akuntan Publik (AP) Justinus Aditya Sidharta selama dua  tahun. Sanksi tersebut diberikan karena Justinus terbukti melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) berkaitan dengan Laporan Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasi PT Great River International Tbk (Great River) tahun 2003.

Selama izinnya dibekukan, Justinus dilarang memberikan jasa atestasi (pernyataan pendapat atau  pertimbangan akuntan publik) termasuk audit umum, review, audit kerja dan audit khusus. Dia juga dilarang menjadi Pemimpin Rekan atau Pemimpin Cabang Kantor Akuntan Publik (KAP). Namun yang bersangkutan tetap bertanggung jawab atas jasa-jasa yang telah diberikan serta wajib memenuhi ketentuan untuk mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL).

Seperti diketahui, sejak  Agustus lalu, Bapepam menyidik akuntan publik yang mengaudit laporan  keuangan Great River tahun buku 2003. Menurut Fuad Rahmany, Ketua Bapepam-LK menyatakan telah menemukan  adanya indikasi konspirasi dalam penyajian laporan keuangan Great River. Fuad juga menjelaskan tugas akuntan adalah hanya memberikan opini atas  laporan perusahaan. Akuntan, menurutnya, tidak boleh melakukan segala  macam rekayasa dalam tugasnya. “Dia bisa dikenakan sanksi berat untuk  rekayasa itu,” katanya untuk menghindari sanksi pajak.Menanggapi  tudingan itu, Kantor akuntan publik Johan Malonda & Rekan membantah  telah melakukan konspirasi dalam mengaudit laporan keuangan tahunan  Great River. Deputy Managing Director Johan Malonda, Justinus A. Sidharta, menyatakan, selama mengaudit buku Great River, pihaknya tidak  menemukan adanya penggelembungan account penjualan atau penyimpangan  dana obligasi. Namun dia mengakui metode pencatatan akuntansi yang  diterapkan Great River berbeda dengan ketentuan yang ada.

Menurut Justinus, Great  River banyak menerima order pembuatan pakaian dari luar negeri dengan  bahan baku dari pihak pemesan. Jadi Great River hanya mengeluarkan  ongkos operasi pembuatan pakaian. Tapi saat pesanan dikirimkan ke luar  negeri, nilai ekspornya dicantumkan dengan menjumlahkan harga bahan  baku, aksesori, ongkos kerja, dan laba perusahaan. Justinus menyatakan model  pencatatan seperti itu bertujuan menghindari dugaan dumping dan sanksi  perpajakan. Sebab, katanya, saldo laba bersih tak berbeda dengan yang diterima perusahaan. Dia menduga hal itulah yang menjadi pemicu dugaan  adanya penggelembungan nilai penjualan. Sehingga diinterpretasikan sebagai menyembunyikan informasi secara sengaja.

Johan Malonda & Rekan mulai menjadi auditor Great River sejak 2001. Saat itu perusahaan masih kesulitan membayar utang US$ 150 Juta kepada Deutsche Bank. Pada 2002, Great River mendapat potongan pokok utang 85  persen dan sisa utang dibayar menggunakan pinjaman dari Bank Danamon.  Setahun kemudian Great River menerbitkan obligasi Rp 300 miliar untuk  membayar pinjaman tersebut.

Sebelumnya Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah melimpahkan kasus penyajian laporan keuangan Great River ke Kejaksaan  Agung pada tanggal 20 Desember 2006. Dalam laporan tersebut, empat  anggota direksi perusahaan tekstil itu ditetapkan menjadi tersangka,  termasuk pemiliknya, Sunjoto Tanudjaja. Kasus tersebut muncul  setelah adanya temuan auditor investigasi Aryanto, Amir Jusuf, dan  Mawar, yang menemukan indikasi penggelembungan account penjualan,  piutang, dan aset hingga ratusan miliar rupiah di Great River.  Akibatnya, Great River mengalami kesulitan arus kas dan gagal membayar  utang Rp 250 miliar kepada Bank Mandiri dan gagal membayar obligasi senilai Rp 400 miliar.

Hasil temuan:

Melakukan pelanggaran terhadap SPAP berkaitan dengan Laporan Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasi,dimana dalam standar teknis setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan,sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati.

ANALASIS

Dalam kasus ini terdapat permasalahan yang dilanggar oleh Justinus Aditya Sidharta diantaranya:

1)     Prinsip Tanggung Jawab Profesi : Pelanggaran  terhadap Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) berkaitan dengan laporan audit atas laporan keuangan konsolidasi PT Great River International Tbk tahun 2003.

2)     Prinsip Kepentingan Publik : Justinus A Sidharta telah melakukan kebohongan publik yang tidak menyampaikan atau melaporkan kondisi keuangan secara jujur. Dibuktikan telah ditemukannya indikasi konspirasi penyajian laporan keuangan PT Great River International

3)     Prinsip Integritas : Selama mengaudit buku Great River pihak Deputy Managing Director Johan Malonda, Junstinus A. Sidharta mengakui metode pencatatan akuntansi yang diterapkan Great River berbeda dengan ketentuan yang ada.

4)     Prinsip objektivitas : Adanya dugaan overstatement penjualan dikarenakan menggunakan metode pencatatan akuntansi yang berbeda.

Solusi

Sebagai akuntan publik yang baik Justinus Aditya Sidharta seharusnya dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya tidak melanggar Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) dan dalam mengaudit laporan keuangan PT Great River International Tbk.  harus sama menggunakan metode pencatatan akuntansi dengan ketetuan yang ada dan tidak berbeda. Walaupun pencatatan tersebut dapat menimbulkan dumping dan sanksi perpajakan setidaknya laporaan audit yang dibuat disampaikan secara jujur dan tidak ada indikasi konspirasi dalam penyajian laporan keuangan. Jadi, tidak akan menimbulkan adanya dugaan overstatement penjualan dan juga tidak merugikan pihak- pihak yang bersangkutan.

KESIMPULAN

Kasus yang dilakukan oleh PT Great River International telah melanggar prinsip-prinsip etika yang digariskan dalam kode etik akuntansi, yaitu prinsip tanggung jawab profesi, kepentingan publik, integritas, objektivitas. Karena melakukan kebohongan publik yang tidak melaporkan kondisi keuangan secara jujur. Selain itu terdapat dugaan overstatement penjualan dikarenakan menggunakan metode pencatatan akuntansi yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

file:///C:/Users/Ani/Downloads/5-AMRIZAL_VOL3-1.pdf

http://tempo.co.id/hg/ekbis/2006/12/08/brk,20061208-89121,id.html

http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol16017/menteri-keuangan-membekukan-akuntan-publik-justinus-aditya-sidharta

By riyantobbs

kasus pelanggaran etika profesi akuntansi

Harian : Kompas, 13 januari 2015
Tema artikel : korupsi
Judul artikel :  Ini Kronologi Penetapan Budi Gunawan sebagai Tersangka Dugaan Suap
Isi artikel :

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi setelah melakukan penyelidikan selama enam bulan. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, pengusutan kasus Budi berawal dari laporan masyarakat pada Juni hingga Agustus 2014 bahwa ada dugaan transaksi mencurigakan.

Menurut Bambang, KPK tidak pernah menerima laporan hasil analisis mengenai transaksi mencurigakan dari rekening Budi. Ia mengatakan, PPATK langsung menyerahkan LHA kepada pihak kepolisian pada 23 Maret 2010.

“KPK sendiri mendapatkan informasi transaksi mencurigakan dari masyarakat, Juni-Agustus 2010,” ujar Bambang, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/1/2015).

Setelah itu, kata Bambang, KPK melakukan kajian dan pengumpulan bahan serta keterangan. Di sisi lain, lanjut dia, Badan Reserse Kriminal Polri mengirimkan surat pemberitahuan kepada PPATK mengenai penyelidikan transaksi mencurigakan Budi. Pada Juli 2013, KPK melakukan ekspos perkara pertama berbekal laporan masyarakat dan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) Budi.

“Hasil pemeriksaan LHKPN, yang dijadikan salah satu dasar investigasi penyelidikan-penyelidikan, baik penyelidikan tertutup atau strategi lain,” kata Bambang.

Dengan demikian, kata Bambang, KPK pun membuka penyelidikan terhadap transaksi mencurigakan tersebut pada Juli 2014. Dari hasil penyelidikan terungkap bahwa terjadi transaksi mencurigakan di rekening Budi saat masih menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier PSDM Polri periode 2004-2006.

Setelah melakukan penyelidikan selama enam bulan, KPK membuat surat perintah penyidikan dan menetapkan Budi sebagai tersangka pada 12 Januari 2015.

Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, KPK telah menemukan lebih dari dua alat bukti untuk menaikkan penyelidikan menjadi penyidikan.

“Dalam forum ekspos yang dilakukan oleh tim penyelidikan dan penyidik dan tim jaksa dan seluruh pimpinan, akhirnya memutuskan bahwa perkara tersebut naik ke tahap penyidikan dengan Komjen BG sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji,” kata Abraham.

Namun, KPK belum dapat menjelaskan tujuan transaksi dan siapa saja yang terlibat sebagai penyuap maupun pihak yang disuap. Seluruh informasi tersebut akan diungkapkan dalam surat dakwaan

Pembahasan 7 Prinsip etika profesi akuntansi :

A. tanggung jawab profesi : Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan suap  tanggung jawab profesi dengan menyalah gunakan jabatan yang ada dan tidak menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepadanya

B. Kepentingan Publik : Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan suap telah melanggar UUD dengan mengutamakan kepentingan pribadi untuk memperkaya diri sendiri dibandingan dengan kepentigan orang banyak dan bersifat merugikan negara

C. integritas : Dengan dilakukan korupsi secara sengaja maka ia melakukan ketidak jujuran dengan masyarakat banyak dan melakukan kecurangan dengan menggelapkan uang yang ada untuk kepentingan pribadi

By riyantobbs

The Difference Between TOEFL and TOEIC

TOEIC
TOEIC is the acronym for Test of Home for International Communication. TOEIC test is an English proficiency test for people who native language is not English. TOEIC test scores indicate how well people can communicate in English with others in the global work environment. The test requires no specialized knowledge or vocabulary, these tests only measure the kind of English used in everyday activities.

TOEFL
TOEFL stands for Test of Home as a Foreign Language. This is a test of English as a foreign language. These tests test the ability of a person to the extent to which mastery of English that includes the ability: Listening Comprehension (Comprehension in listening), Structure and Written Exxpression (Structure and expression in writing relating to the Home Grammar or Grammar English (Reading Comprehension (Reading Comprehension), and Writing (Writing).
Therefore, the TOEIC test material more easily than the TOEFL test as that’s a multiple choice test for 2 (two) hours, divided in listening sessions and reading sessions.
Therefore, the TOEIC test is deemed appropriate for employees or staff who use English in their environment such as business, hotels, hospitals, restaurants, international meetings, conferences and sporting events. Similarly, staff management, sales and technical employees in international business, commerce and industry who need English in their work.
TOEIC score starting from the number 400 to 990. There are six levels ie level 0 / 0 + Novice (score 10-250), Level 1 Elementary (score 255-400), level 1 + Intermediate (score 405-600), level 2 Basic Working Proficiency (score 605-780), level 2 + Advance Working Profiency (score 785-900) and level 3 / 3 + General Professional Proficiency (score 905-990).
A prospective regular employees must have a minimum TOEIC score of 400. While a prospective manager should at least have a TOEIC score of 800.
Someone who has a TOEIC score 405-600, for example, in listening to be able to understand explanations related to routine daily tasks, understand the announcements during the trip and mengusai limited social conversations. In this talk could explain kerj responsibility adan academic background as well as a discussion about the project in the past and the future. While in the case of reading still need a dictionary to understand the technical documents. And lastly in terms of writing people who have intermediate level was able to write a short memo, letter of complaint and fill out a simple application form.
Many companies or organizations requesting the convening of the TOEIC to recruit, promote, or placing employees. TOEIC is also very useful for university graduates or job seekers who wish to complement their CV, also for anyone who wants to test the ability to communicate in English.
TOEIC and TOEFL are designed for different purposes. TOEFL is intended for students or students who wish to continue her studies in the United States and Canada. While the TOEIC is intended for those whose native language is not English and want to show the ability to communicate in English in the world of work and take part in globalization.
However, there are some things that need to be underlined. One is the standard used in the TOEFL assessment of each place is not the same. So, can not serve as the main criterion for equating the TOEFL between the A to the B. Therefore, it could be their equal ability, it’s just the level of assessment tests differ from each other.
Therefore, it now thrives in the discourse about the TOEIC that use alignment to international standards. If abroad, TOIEC already very popular. The proof, of the existing data, it turns out this test has been used about 10,000 companies in the world. Perhaps, it could be because in addition to international standard, also TOEIC which has existed since 1979. Thus, their levels were higher than the TOEFL test.
TOEFL (Test Of Home as a Foreign Language) has the objective to evaluate English language ability for those who pursue academic education (scholarship), while the TOEIC aims to evaluate English language skills for the global workplace (international). Toefl only useful for TOEIC in the company and useful at school or at The English program, especially in academic and also for a higher education institute.

Competencies tested on the TOEFL:
PBT (paper based TOEFL):
• Listening
• Reading
• Writing
IBT (Internet-based TOEFL):
• Listening

Competencies tested on the TOEIC:
• Listening
• Reading

My opinion about the difference between TOEIC and TOEFL tests?

TOEIC and TOEFL test was developed to serve different purposes. Therefore, the design, content, context and scope of proficiency that each measured by each test is also different. TOEFL test was created by the Educational Testing Service for foreign students who wish to enter colleges and universities in North America. The student who plans to take the title of stratum 1 or stratum 2 in North America will try to take the TOEFL test. Organizations that require English proficiency for employees and individuals who want to demonstrate their ability to use English at work would prefer to use the TOEIC test.

Sumber:
http://pwulanramadhan.blogspot.com/2011/04/perbedaan-toefl-dan-toeic.html

By riyantobbs

Tugas 2 Bahasa Inggris Bisnis 2

SCUKTURE AND READING
Qoestion Scukture:
1. The North Pole___________ a latitude of 90 degrees north.
A. it has
B. is having
C. which is having
D. has
2. The city of Beverly Hills is surrounded on ________ the city of Los Angeles.
A. its sides
B. the sides are
C. it is the side of
D. all sides by
3. ________ greyhound, can achieve speeds up to thirty-six miles per hour.
A. The
B. The fastest
C. The fastest dog
D. The fastest dog, the
4. Marmots spend their time foraging among meadow plants and flowers or ________ on rocky cliffs.
A. gets sun
B. sunning
C. the sun
D. sunny
5. The greenhouse effect occurs ________ heat radiated from the Sun.
A. when does the Earth’s atmosphere trap
B. does the Earth’s atmosphere trap
C. when the Earth’s atmosphere traps
D. the Earth’s atmosphere traps
Answer:
DDDBC
Qoestion Written Expresstion:
6. On the floor of the Pacific Ocean is hundreds of flat-topped mountains more than a mile
A B C D
beneath sea level.

7. Because of the flourish with which John Hancock signed the Declaration of Independence,
A
his name become synonymous with signature.
B C D

8. Segregation in public schools was declare unconstitutional by the Supreme Court in 1954.
A B C D
9. Sirius, the Dog Star, is the most brightest star in the sky with an absolute magnitude about
A B
twenty-three times that of the Sun.
B D

10. Killer whales tend to wander in family clusters that hunt, play, and resting together.
A B C D Answer:
6. B – are –> masuk dalam kategori Inversion. Subjek kalimat adalah hundreds of flat-topped mountains.
7. C – became –> signed (past) paralel dengan became (past) bukan become (present)
8. B – was declared –> Passive Voice (Be + VIII)
9. A – the brightest star –> Ingat aturan Comparison degree -Supelative
10. C – rest –> Hunt, play, and rest together (Harus paralel)

Reading Comprehension
This section is the last section in the TOEFL test. The longest and most time consuming. In this section, test takers must work 50 items in 55 minutes. So that the average time it takes to do one question is one minute. It is certainly much longer if we compare it with the average time to work on one question SWE (Structure & Written Expressions) is less than 45 seconds.
In this section, there are five readings (passage), with a number of questions (between 7-13 questions) below. The questions asked of the information contained in the text, either explicit information (explicit) or implicit (implied). So, in fact this part marupakan easiest part because all the answers are found in the literature SURE. The important thing is where the answers we are looking for it. If we are people who read a hobby, then there is a tendency to get a better score. In fact, this section can be used as “mine value ‘to cover the shortfall in Section Listening and Structure.
To do this part well, then we must have the ability to read a good technique. Two of the techniques that must be mastered is skimming and scanning.
Skimming is a quick read a text to get the main idea, the main idea, or the contents of literature in general. At this skill we are not looking for specific information, only the basic idea of reading that we seek. So it does not need to read the entire passage.
Scanning is fast memaca FIND a text for specific information. Thus we have the questions in advance and look for answers in a manner to be scanned. On scanning, information that is not relevant to what we were looking for were ignored. So in a scanning, we must have the words that we want to find in the literature. In general, this scanning skills that we use in working on the problems Reading Comprehension.
In the Reading Comprehension section, participants tend to read the text first and then try to answer the question. It is highly not recommended. START SCAN QUESTIONS AND ANSWERS IN READING. So, read the text first becomes ineffective in the context of scanning strategies. If we read the text first and answer questions later, then we will go back again to the reading to answer this question INEFFECTIVE!
There are 4 types of questions in Section Reading Comprehension:
MAIN IDEA question: namely the question asked yan main idea, main idea, theme or title of the reading (reading TOEFL is not accompanied by the title!). The number of these questions there is only ONE and generally placed as the first question in a single text.
DETAILS question: namely the question asking specific information in the texts. Answers to questions of this type are found in the literature EXPRESS (EXPRESS). The amount of this question at most in each reading.
Implied question: is similar questions as the question detail, by way of answering that is also equal to answer detailed questions. However, the answer to the question of this kind is found in the reading IMPLIED (IMPLIED). The number of questions is not as much a question Details.
Vocabulary question: is the question that asks synonyms or search for the meaning equivalent word closest to the word in question. Answering this question must be guessed BASED context of the sentence. Avoid guess just by relying on our knowledge without checking it in a sentence reading. Always read the sentence in which a word asked intact, then guess based on the context of the sentence. There is no other way to answer these types of questions except by guessing based on context.
Pertnyaannya then is: what if the first question is the Main Idea reading? Question asking the content of reading, or reading the basic idea. The answer is: drive through ANSWERING QUESTIONS MAIN IDEA, BUT DO NOT ANSWER THE QUESTIONS THAN PAST THE MAIN IDEA.
This is because LAY THAN ANSWERS FROM THE MAIN IDEA SORTED DOWN IN READING. For example, question No. 1 is the Main Idea, but question No. Detail 2 is a question, then the answer to question No. 2 found in reading the first lines. If question No. 3, for example, is Implied, then the answer to this question is located under the previous question. Continue as such until the last question. If we go back again to question 1 on Main Idea, so now we can definitely answer it, because we’ve been reading passages from the top to finish. But at the same time we also finished answering questions in addition to the main idea because the answer lies in the text sequences. Well, if you start working on the third section of this by reading the text, now start working on this section of questions and then scan was the answer in the text. Now we can estimate the location of the answer because it is sorted in the text. Easy, right?
Here is a detailed strategy to answer any kind of questions on Reading Comprehension Section:
MAIN IDEA QUESTION
Editors sentence questions Main Idea of which is: What is the topic of the passage? / What is the subject of the passage? / What is the main idea of the passage? / What is the author’s main point in the passage? / With what topic is the primary author concerned? / Which of the following would be the best title of the passage?
If you want to answer this question without a pass, read the first sentence in each paragraph.
Think of a theme readings that can be inferred from the first sentences in each paragraph.
Eliminate answer choices: too general, too specific, or not related at all to the topic of reading.
The answer to the question the main idea should be fit to explain the content of the readings, should not exceed (its scope is too general / broad) or less (scope is too narrow).

Note: the question of ‘main idea’ is not to be immediately answered. Leave it blank in the answer sheet to be filled later after completing the questions afterwards. However, be careful when marking answers on the answer sheet. Not to discolor the option to answer that we pass. In practice, we are more likely to be passed to answer this type of question than answer directly. Read and find the ultimate mind (main idea) in each paragraph and conclude then selecting the same answer with our conclusions will be much longer than we do the questions that can be answered directly by means of scanning.

Question:
The locations of stars in the sky relative to one another do not appear to the naked eye to change, and as a result stars are often considered to be fixed in position. Many unaware stargazers falsely assume that each star has its own permanent home in the nighttime sky.
In reality, though, stars are always moving, but because of the tremendous distances between stars themselves and from stars to Earth, the changes are barely perceptible here. An example of a rather fast-moving star demonstrates why this misconception prevails; it takes approximately 200 years for a relatively rapid star like Bernard’s star to move a distance in the skies equal to the diameter of the earth’s moon. When the apparently negligible movement of the stars is contrasted with the movement of the planets, the stars are seemingly unmoving.

1. Which of the following is the best title for this passage?
a. What the eye can see in the sky
b. Bernard’s star
c. Planetary Movement
d. The Evermoving stars

2. The expression “naked eye” in line 1 most probably refers to
a. a telescope
b. a scientific method for observing stars
c. unassisted vision
d. a camerawith a powerful lens

3. According to the passage, the distances between the stars and Earth are
a. barely perceptible
b. huge
c. fixed
d. moderate

4. The word “perceptible” in line 5 is closest in meaning to which of the following?
a. noticeable
b. persuasive
c. conceivable
d. astonishing

5. In line 6, a “misconception” is closest in meaning to a (n)
a. idea
b. proven fact
c. erroneous belief
d. theory

Answer:
DCBAC

Refrensi:
http://berita-english.blogspot.com/2014/01/soal-toefl-structure-and-written-expression-beserta-jawaban-pembahasan.html
http://berita-english.blogspot.com/2014/01/soal-toefl-reading-dan-kunci-jawabanpre-test-longman.html
http://popi-irawan.blogspot.com/p/section-iii.html

By riyantobbs

TUGAS BAHASA INGGRIS 2

Strategy and simulation in answering TOEFL listening
TOEFL stands for Test of English as a Foreign Language. TOEFL is a test form that is intended to test the English language skills possessed by people who come from countries that do not use English as its official language . TOEFL is generally used as one of the prerequisites for study abroad , especially countries that use English as the language of instruction . TOEFL usually also be a requirement to continue the study of S- 2 and S – 3 in the country . Even recent S-1 students at top universities in Indonesia are also required to have a certain TOEFL score as a condition of graduation . Similarly TOEFL is starting to be used in the workplace as one of the mechanisms of recruitment or career advancement path .
TOEFL exam includes three forms , namely listening comprehension , structure and written expression and reading comprehension . Along with perkembanagn technology , currently developed three types of TOEFL , the Internet Based Test ( IBT ) , Computer Based Test ( CBT ) and Paper Based Test ( PBT ) . The only difference is the media delivery problems , or medium to deliver it .
The first part of the TOEFL test is a listening comprehension where participants will listen to a few short dialogue , the dialogue length , and the long speech followed by a question answer choices in the matter of the paper .
For most people listeing part is the most difficult in the toefl test . Because people speaking in a conversation or Didato are native speakers very much different than delivery by the Indonesian people that we often hear in schools or courses . They talk fast and sometimes participants do not understand what is recited .
Although it is difficult not to be given up because the actual TOEFL test in addition to requiring English language support capabilities are also associated with the strategy used when answering such questions .
Strategies in answering TOEFL
v There are 4 strategies in answering TOEFL , namely :
1 . Be familiar with the directions .Get used to carry out the instructions in the TOEFL test as a matter of general guidance in doing the same . In listening tests will be working on the listening user who is played through the tap recorder before the test begins .
2 . Listen carefully to the conversations and talks
You have to really concentrate to hear what the speaker on the tape because it was played only once .
3 . Easier and know where the more difficult questions are Generally found .
Keep in mind that in every matter of listening difficulty level increasing from about to about
4 . Never leave any answers blank on your answer sheet .
Never empty your answer sheet . In no penguranagn TOEFL test score although the answer is incorrect .
5 . Use any remaining time to look ahead at the answers to the questions that follow .
When you have answered no.1 for example . Hurry up to see the no -choice answers . 2 so that you quickly read the contents of the topics to be discussed . By looking at the answer choices before hearing the conversation at least you’ll get a question about the shape of the shadow will appear .
v Specific Strategy
PART A : Short Conversation
1 . Focus on the speaker to hear the second
2.Janganpanik if they do not understand the word -for-word in a conversation kompliy , just need meangkap ideas and content of the conversation
3.Bila could not understand what diucapakan second speaker , choose the best answer is different from what you hear
4.Pahamilah functional forms of expression (agreement , suggestion , suprice , etc. ) , idiomatic expressions and situations when the conversation is done
PART B : Longer Conversation
5.Ketika narrator discuss the direction par B should read the answer choices at a glance and then record it and predict what the theme will be discussed
6.Ketika listening to the conversation , you must know the theme / topic being discussed
7.Waspadalah on each question
8.Cermati conditions and situations that occur during a conversation regarding the place and time pembicaraaan , what and who discussed
PART C : TALK
9.Bila you have plenty of time , take a look at the answer choices listed in a booklet and find the key word
10.Waspada talks in sentences first because usually a topic for the next sentences
11.Fokus listen to things related to 5 – WH questions ( What , Why , Who , When , Where ) and How
12.Buatlah conclusions on the situation that occurs when the conversation is done .
Simulation questions about TOEFL
• _________ Was ringing continuously for hours .
( A ) . loudly
( B ) . In the morning
( C ) . The Phone
( D ) . The bells
discussion :
1 . Identified that there is a verb was thus required the subject to complete the statement .
2 . ( A ) is not the subject , ( B ) is not the subject , ( C ) the subject , ( D ) subject
3 . Now we just 2 choices of possible answers , now seen more appropriate .
4 . Because it was a singular verb , then the correct answer is ( C ) which is a single subject .
• Example Problem :
To Mike _______ was a big surprise .
( A ) . really
( B ) . the party
( C ) . funny
( D ) . when
discussion :
1 . It can be seen that before the words are said next to Mike , so Mike is not a subject .
2 . Identified that there is a verb was thus required the subject to complete the statement .
3 . ( A ) is not the subject , ( B ) the subject , ( C ) is not the subject , ( D ) conjunctive
4 . The correct answer is ( B )
• Example Problem :The movie _______ Appearing at the local theater is my favorite .( A ) . now( B ) . is( C ) . it( D ) . was
discussion :1 . It can be seen that the word is the subject of the movie .2 . Can also be seen that there is a word that is a verb .3 . ( A ) said appendages , ( B ) verb , ( C ) the subject , ( D ) the verb4 . The correct answer is ( A ) .

Referensi :
http://bahasainggris-jepang.blogspot.com/2013/11/strategi-cara-menjawab-soal-listening.html
http://carajawab.blogspot.com/2013/12/contoh-soal-toefl-dan-pembahasannya.html

By riyantobbs

HUTAN LINDUNG

Hutan lindung adalah hutan yang keberadaannya dilindungi oleh pemerintah.

S                    P                   O                                       K

Fungsi hutan lindung adalah   mengurangi pemanasan global.

S                           P                               O

Hutan lindung adalah paru-paru bumi.

S                P                 O

Fungsi hutan lindung adalah menjaga kesuburan tanah.

S                        P                            O

Hutan lindung banyak terdapat di Indonesia.

S                               P                         K

Fungsi hutan lindung adalah mencegah banjir.

S                                 P                      O

Penduduk Indonesia harus menjaga kelestarian hutan lindung.

S                                      P                            O

Tangkoko merupakan salah satu hutan lindung di Indonesia.

S               P                                 O                       K

Hutan lindung Tangkoko terletak di pulau Sulawesi.

S                                P                        K

By riyantobbs

IBU SAYA

Ibu saya bernama Arsinten.

S             P           O

Beliau berusia 49 tahun.

S            P        O

Ibu saya gemar memasak ikan.

S             P                        O

Ibu saya bertempat tinggal di Brebes.

S                P                 K

Beliau adalah seorang muslim.

S                  P                 O

Ibu saya bekerja sebagai wirausaha.

S              P                   K

Saat ini ibu saya memiliki usaha telur asin.

KW      S                  P                     O

Ibu saya mencintai keluarganya.

S               P              O

Ibu saya adalah anak ketiga dari empat saudara.

S               P              O                    K.PL

Ibu saya dikaruniai dua orang anak.

S              P                O

By riyantobbs

TEMPAT TINGGAL SAYA

Saya bertempat tinggal di kota Depok.

S            P                            O

Saya bertempat tinggal di Depok sejak tahun 2012.

S             P                        O                 K.waktu

Saya bertempat tinggal seorang diri di Depok.

S             P                         O           K.tempat

Rumah kosan saya terdiri dari dua lantai.

S                           P             O

Rumah kosan saya berdekatan dengan masjid.

S                                 P                  O

By riyantobbs

DIRI SAYA

Saya  bernama  Riyanto.

S          P            O

Saya dilahirkan di Brebes.

S         P               O

Saya beragama Islam.

S           P           O

Saya menuntut  ilmu di Gunadarma.

S             P         O           K

Saya gemar bermain bola voli.

S                 P                 O

By riyantobbs